Cepiring – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan keluarga besar Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 06 Cepiring. Melalui gerakan donasi yang dihimpun dari siswa, guru, dan karyawan, madrasah tersebut menyalurkan bantuan kepada Masrohah, korban kebakaran rumah di Desa Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kamis (30/7/2026).
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala MA NU 06 Cepiring, Sari Wiryaningtyas, didampingi Pembina OSIS Siti Rofiah serta perwakilan Pengurus OSIS dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA NU 06 Cepiring di kediaman putra Masrohah.
Sari Wiryaningtyas menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan donasi yang dihimpun melalui Jaringan Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (JPZIS) madrasah. Menurutnya, aksi sosial ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bagian dari pembelajaran karakter bagi peserta didik.
“Musibah yang dialami Ibu Masrohah adalah duka kita bersama. Melalui donasi ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian, empati, dan gotong royong kepada para peserta didik. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak serta menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan OSIS, PK IPNU-IPPNU dan JPZIS dalam proses penyaluran diharapkan dapat menanamkan nilai ukhuwah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi yang selaras dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Sementara itu, Masrohah mengaku terharu atas perhatian yang diberikan keluarga besar MA NU 06 Cepiring. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi keluarganya untuk bangkit setelah musibah yang menimpa.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar MA NU 06 Cepiring. Bantuan dan doa yang diberikan sangat berarti bagi kami. Semoga Allah Swt. membalas semua kebaikan Bapak-Ibu guru, anak-anak, dan seluruh pihak yang telah peduli kepada keluarga kami,” tuturnya.
Diketahui, musibah kebakaran yang menghanguskan rumah Masrohah terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kebakaran menyebabkan bangunan rumah beserta sejumlah harta benda di dalamnya mengalami kerusakan berat. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa tersebut diduga dipicu kompor yang lupa dimatikan. (Fidin/muf)



