
Cepiring – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 06 Cepiring memperingati Nuzulul Qur’an dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian 100 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lingkungan madrasah, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial warga madrasah sekaligus momentum menebar kebaikan di bulan suci Ramadan.
Bakti sosial tersebut merupakan program kolaborasi antara OSIS dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA NU 06 Cepiring. Para siswa turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan di sekitar madrasah.
Ketua OSIS MA NU 06 Cepiring, Ahmad Yazid Mubarok, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat berbagi di bulan penuh berkah.
“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kita untuk saling peduli dan berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antara madrasah dan masyarakat sekitar.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pembelajaran bagi kami untuk terus menumbuhkan sikap empati serta kepedulian sosial,” tambahnya.
Kepala MA NU 06 Cepiring, Sari Wiryaningtyas, mengapresiasi inisiatif para siswa yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membentuk karakter siswa agar memiliki kepekaan sosial.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa berkah dan kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya di sekitar lingkungan madrasah. Harapannya seluruh warga madrasah senantiasa memiliki rasa peduli dan empati kepada sesama,” ujarnya.
Salah satu warga penerima bantuan, Siti, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh pihak madrasah.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Allah membalas kebaikan ini,” katanya haru.
Setelah kegiatan bakti sosial, rangkaian acara dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an yang dikemas dalam pengajian. Kegiatan menghadirkan penceramah Siti Jariyah, yang menyampaikan pentingnya memahami kandungan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.
“Di dalam Al-Qur’an terkandung prinsip-prinsip akidah, akhlak, hukum atau muamalah, kisah-kisah para nabi dan umat terdahulu, hingga ilmu pengetahuan yang menjadi pedoman hidup bagi manusia,” terangnya.
Ia berpesan agar para siswa tidak hanya memahami Al-Qur’an secara tekstual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.



