Cepiring – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) 06 Cepiring menggelar pembekalan Ke-NU-an bagi peserta didik kelas XII tahun ajaran 2025/2026 sebagai upaya memperkuat fondasi ideologis dan kultural menjelang kelulusan. Kegiatan berlangsung di lingkungan madrasah, Selasa–Rabu (14–15/04/2026).
Pembekalan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah tantangan zaman.
Kepala MA NU 06 Cepiring, Sari Wiryaningtyas, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembekalan Ke-NU-an sebagai benteng ideologi bagi peserta didik sebelum terjun ke masyarakat.
“Pembekalan Ke-NU-an ini menjadi momen penting sebagai benteng ideologi agar kalian tetap berada pada koridor Ahlussunnah wal Jamaah. Tetap berpegang pada amaliah, fikrah, dan harakah NU. Di manapun berada, jangan pernah meninggalkan tradisi sebagai kader NU,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar para siswa menjadi pribadi santun, cerdas, dan rendah hati, serta senantiasa menghormati orang tua dan guru. Selain itu, ia menekankan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
“Hubbul wathan minal iman. Jangan mudah terpengaruh paham ekstrem yang dapat memecah belah bangsa. NKRI harga mati,” tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan pemateri dari PCNU Kabupaten Kendal, Moh Nurwahib, yang menyampaikan materi tentang peran Nahdlatul Ulama dalam bidang sosial keagamaan.
Dalam paparannya, Bendahara PCNU Kendal itu menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran sentral dalam menjaga harmoni sosial serta menguatkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin di Indonesia.
“Nahdlatul Ulama menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), dan seimbang (tawazun). Melalui jaringan pesantren dan lembaga dakwah, NU fokus pada penguatan moral, pendidikan karakter, serta dakwah yang ramah terhadap budaya lokal atau Islam Nusantara,” jelasnya.
Selain Aswaja dan ke-NU-an, peserta juga dibekali materi keorganisasian, kebangsaan, dan amaliyah nahdliyah. (Fidin/muf)



